Bersyukur Karna Bintang

Hari ini aku tiba-riba teringat dengan kesempatan yang aku dapatkan sekitar tahun 2005 dulu. Ketika aku menjadi salah satu perwakilan dari Kaltim untuk mengikuti olimpiade sains nasional bidang Astronomi yang waktu itu diselenggarakan di Jakarta.

Aku ingat ketika Pak Darjo (Guru Fisika ku) menyuruhku untuk mengikuti lomba ini di tingkat kota. Wah, sempet kaget juga. Soalnya aku belum banyak tahu tentang astronomi. Apalagi waktu itu, ilmu astronomi tidak terlalu banyak dipelajari di sekolah.

Tapi, kuterima aja tantangan itu. Dan alhamdulilah aku bisa menang di tingkat kota dan propinsi. Namun di tingkat nasional aku belum bisa juara. Masih peringkat 40 dari 85 peserta. Lumayanlah menurutku.
Satu hal yang bisa kurasakan hingga saat ini dari perlombaan itu, bukan rasa kebanggan kemenangan yang selalu kuingat. Tapi, rasa bersyukurku terhadap alam ini yang makin besar. Continue reading Bersyukur Karna Bintang

Menjadi ‘Artis’ yang ngetop di Dunia dan Akhirat

Mungkin kebanyakan dari kita udah pada nonton film yang cukup banyak dibicarakan saat ini, yaitu Ayat-Ayat Cinta. Begitu banyak hal yang bisa kita ambil dari film yang disadur dari novel karya Kang Abik ini. Pro dan kontra tentu aja pernah menyambangi film yang kata sebuah tabloid udah tembus angka 2,5 jjuta penonton.

Tapi bukan kefenomenalan film itu yang akan saya bahas di tulisan saya kali ini. Melainkan saya akan melihat dari sudut pandang si artis.

Pernah saya dengar di salah satu stasiun TV kalau Fedi Nuril (pemeran tokoh Fahri), yang terlihat begitu sempurna di film itu, tapi sejujurnya dia mengakui kalau di dunia nyata tidak bisa seperti itu.
Tulisan ini sama sekali bukan mengkritik ketidakbisaan Fedi Nuril mengaplikasikan apa yang diperankannya dalam film ke kehidupan nyata. Sama sekali bukan. Tulisan ini untuk bahan renungan kita semua, termasuk saya. Continue reading Menjadi ‘Artis’ yang ngetop di Dunia dan Akhirat

Perang Tarif Telpon, Ga Bagus-Bagus Amat

“Kalau ada yang tarif telpon nya murah ke semua operator, gua kawin sama monyet”

Itu salah satu ungkapan dari operator XL untuk mengambil hati pelanggan seluler provider lainnya. Mereka (XL) mengklaim tarif telponnya seharga Rp 0,1 per detik ke semua operator (Sekarang malah Rp 600,- tanpa batas waktu). Tak ayal, semua operator pun mulai berlomba menyajikan tarif telepon termurah.

Genderang perang tarif ini awalnya ditabuh oleh Telkomsel dengan produk simPATI PeDe nya. Dengan tarif Rp. 0,5 per detik setelah 1 menit bicara ini (Rp. 1.500), membuat panas provider lainnya. Diantaranya adalah Exelcomindeo (XL) dan Indosat.

Klaim XL sebagai tarif telepon termurah se-Indonesia ini tiba-tiba membuat gerah Indosat dengan Indosat IM3 yang mengeluarkan tarif Rp. 0,000000000..1 per detik ke semua operator. Tentu aja setelah 90 detik bicara.

Fenomena-fenomena di atas tentu aja disambut baik oleh kita selaku konsumen. Kita mendapat tarif telepon yang lebih murah. Artinya bisa lebih menghemat budget pengeluaran pembelian pulsa kita.

Sstt… Pesan moral dari Iklan XL diatas : “Kalau ga kunjung dapet jodoh, pake aja XL, entar dikawinin ama monyet… hehehe”

Jadi Ajang Berbual Continue reading Perang Tarif Telpon, Ga Bagus-Bagus Amat

Setelah Lama tak Mengupdate Blog

Lebih kurang 10 hari udah aku ga mengupdate blog ini. Bukan karena malas lagi bersinggungan dengan blog. Tapi lebih dikarenakan saat ini aku sedang fokus pada satu hal yang penting bagiku saat ini dan masa depan ku kelak. Persiapan ujian masuk perguruan tinggi.

Jadi waktu ku selama ini lebih banyak dikonsentrasikan untuk belajar dan belajar. Mengulang kembali beberapa pelajaran SMA yang udah lupa. Dan tau ga ? Ada beberapa topik mata pelajaran SMA yang baru aku ngerti saat ini. Terutama pada pelajaran kimia yang pas aku SMA dulu pernah aku beri label “Pelajaran Paling ga Kusuka”. Dan ternyata kimia juga asyik banget kok. Asal kita benar-benar mengerti konsep dasarnya. Jangan asal hapal rumus aja. Dijamin ga akan bertahan lama ingatannya.

Bukan sama sekali aku ga menyentuh internet. Aku masih rutin kok mengecek email ataupun membaca komentar-komentar yang mampir di wilihandarwo.com dan ayongeblog.com. Tapi ya tidak sesering biasanya. Continue reading Setelah Lama tak Mengupdate Blog

Saatnya Mendinginkan Kepala : Perang Maya Malaysia – Indonesia

Malam ini aku lagi chatting dengan seorang teman lamaku yang sekarang sedang kuliah di Malaysia. Yah, pertama sih ngobrol ngalor ngidul aja. Dan pas akhir-akhir, dia ngasih aku info :

Li udah pernah lihat blog : ihateindon.blogspot.com ?

Wah, dari namanya aja udah bisa ditebak kan ? Kalau penasaran, silahkan aja kunjungi blog itu. Blog ini mengangkat berbagai hal yang menjelek-jelekkan Indonesia. Pertama baca pasti akan sakit hati. Masa bangsa kita dihina oleh negara tetangga ?

Dan ternyata, Indonesia juga membalasnya dengan situs serupa. Yakni Malingsia. Isinya, tentu aja tentang pembelaan diri bangsa Indonesia sekaligus juga menjelek-jelekkan Malaysia. Yah, nampaknya genderang perang di dunia maya telah ditabuh. Lantas sikap kita gimana ? Continue reading Saatnya Mendinginkan Kepala : Perang Maya Malaysia – Indonesia

Awas Ada Lubang !

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah film berjudul “Die Hard 4″. Sebuah film tentang bagaimana perang melalui perangkat teknologi informasi mampu melumpuhkan sebuah negara. Kalau belum nonton, sebaiknya nonton dulu deh film itu. Apalagi bagi orang-orang yang bergelut di dunia IT. Wajib Nonton !

Dari film itu, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa secanggih apapun suatu teknologi, pasti akan ada sisi lemahnya. Begitu juga dalam dunia maya, tidak ada sebuah sistem / situs yang bebas sama sekali dari sentuhan para hacker.

Saat ini pun kita tidak bisa selalu merasa aman terhadap berbagai account-account digital kita. Mulai dari email-email pribadi kita yang takut dibaca dan dicuri orang, account Friendster (FS) kita yang takut dibajak orang dan mengganti foto-foto narsis kita (kalau yang ini saya pernah mengalaminya), juga dengan semakin maraknya penggunaan internet banking yang dikeluarkan oleh beberapa bank semakin menambah kekhawatiran kita kalau-kalau pin yang seharusnya menjadi konsumsi pribadi itu dimiliki juga oleh orang lain.

Sebenarnya cara yang cukup efektif dan manjur adalah dari diri kita sendiri. Caranya ? Nih saya berbagi sedikit tips untuk mengamankan data-data digital kita. Continue reading Awas Ada Lubang !

Hargai Karya Cipta, Jangan Asal Copy Paste

Dunia internet emang dunia yang tanpa batas. Sekat-sekat antar negara pun seolah tak ada lagi. Orang bisa mengetahui keadaan suatu daerah / wilayah lain dalam hitungan detik melalui layar komputernya. Semuanya serba dimudahkan oleh teknologi.

Namun, tak selamanya teknologi membawa dampak yang positif bagi seseorang. Pasti ada yang selalu dirugikan dikarenakan teknologi. Salah satu yang menjadi masalah serius adalah kegiatan asal “copy paste” aja. Emang, copy paste boleh-boleh aja. Asal syaratnya dipenuhi dulu. Yakni menyebutkan sumber tulisannya.

Di sekolah-sekolah dan kampus-kampus, kadang seorang guru ataupun dosen memberikan tugas untuk mencari bahan pelajaran di internet. Kadang siswa mau terima gampang aja. Langsung aja ke mbah google, trus ketik yang mau dicari. Kunjungi situsnya, trus copy dan paste lagi di microsoft word ataupun notepad. Kemudian atur-atur dikit biar rapi, dan langsung dicetak. Mudah dan ringkas. Barangkali tak akan lebih dari 1 jam. Continue reading Hargai Karya Cipta, Jangan Asal Copy Paste

Ketika Petugas Bank Itu Mengingatkanku

Kemarin, 12 Februari 2008, aku pergi ke Bank Mandiri cab. Unhas – Makassar. Disana aku ingin mengganti kartu ATM ku yang patah. Nah, pas petugas bank nya mau ngisi biodata ku di form penggantian kartu, dia nanya tanggal lahir ku. Ku jawab aja 13 Februari 1988. Trus dia nyahut “Berarti besok ulang tahun ya?”

Ya ampun, hampir aja aku lupa. Iya ya… hari ini kan tanggal 12 Februari. Jadi besok aku ulang tahun. Ya, aku udah menginjak umur 20 tahun. Umur yang tidak muda lagi,  tapi belum tua juga. Ya pas-pas lah..

20 tahun, sebuah masa di mana aku sudah harus menentukan rencana hidupku setidaknya untuk 20 tahun ke depan lagi. Aku harus jadi manusia yang seperti apa. Aku ga mau entar ketika aku sudah menginjak umur 40 tahun, hidupku terlunta-lunta tanpa tujuan yang jelas. Continue reading Ketika Petugas Bank Itu Mengingatkanku

Master of English : Pintar Bahasa Inggris dalam 8 Bulan

Bagi sebagian orang (lebih khusus lagi bagi para pelajar), Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti. Entah kenapa. Mungkin saja kebanyakan dari kita enggan untuk keluar dari zona nyaman. Ya, kita sudah terlalu nyaman dengan kondisi lingkungan yang ada disekitar kita. Termasuk dalam hal ini adalah bahasanya.

Aku ingat ketika dulu masih SMA, begitu banyak teman-temanku yang memilih untuk takut lebih dulu mempelajari bahasa Inggris dibandingkan mengatasi ketakutan itu. Mereka merasa bahasa Inggris adalah monster yang menakutkan. Karena itu, memilih diam adalah jalan yang terbaik menurut mereka.

Alasan lain yang membuat bahasa Inggris menjadi momok adalah cara mengajar bahasa Inggris di sekolah yang kurang efektif. Kebanyakan biasanya para guru-guru bahasa Inggris mengajarkan tenses dan grammar lebih dulu kepada para siswa, sebelum siswa itu menyukai bahasa Inggris dulu.

Sebenarnya ini bukan kesalahan guru 100% deh. Soalnya kan guru hanya menjalankan kurikulum yang katanya menjadi panduan kita jika ingin sukses di masa depan. Karena itu, kita sebagai siswalah yang harus lebih kreatif agar suasana belajar Bahasa Inggris ini bisa lebih kondusif bagi kita. Bagaimana caranya ?

Continue reading Master of English : Pintar Bahasa Inggris dalam 8 Bulan

Strategi Belajar yang (Mudahan) Jitu

Pagi ini ketika aku menyalakan henpon nokia kesayanganku, masuk dua sms ke inbox ku. Yang pertama datang dari AngingMammiri.org (Undangan untuk mengikuti kursus fotografi – yang sangat disayangkan aku ga bisa datang karena belum ada di makassar). Dan SMS kedua dari salah satu adik kelasku di SMA dulu.

Ini bunyi sms-nya :

Ass kak.. Strategi bljr yg gmn lg yg hrs dPake spy qt bnr2 ykin hslx ntr bkal baek? Ujian kali ni Q ga2l kak,bnyk nilai Yg kurang..

Mungkin banyak rekan-rekan pembaca yang punya nasib yang sama. Dan akupun pernah mengalami hal itu. Rasanya kalau aku yang ditanya akan masalah ini, kayaknya akan kurang cocok deh. Soalnya aku termasuk orang yang sering gagal ketika ujian juga.

Tapi memang, pengalaman adalah guru yang terbaik. Setelah memutuskan untuk berhenti kuliah selama 1 tahun belakangan ini, udah banyak metode belajar yang kupelajari dan aplikasikan. Dan dari semuanya itu, ada yang berhasil bagi aku, dan ada juga yang tidak berhasil.

Continue reading Strategi Belajar yang (Mudahan) Jitu